Rumah Sunnah
VIEW : 140

ruqyah sakit medis

Ruqyah Untuk sakit medis

Oleh Muhammad Hafidz
Jika kita berfikir tentang ruqyah yang terlintas pasti tentang gangguan jin dan sihir , tetapi jika kita menelusuri hadist2 rasulullah salallahu’alaihi wassalam maka kita akan melihat luasnya pembahasan ruqyah yang tidak hanya pada ranah non medis
setiap penyakit pasti ada obat nya dan apabila obatnya tepat maka akan menyembuhkan ( hr ahmad )
ruqyah bukanlah pengobatan yang hanya bergerak di seputar non medis atau gangguan jin , tetapi juga pada masalah pada sakit medis yang kita hadapi , lihat lah hadist di bawah ini
حَدَّثَنَا عَارِمٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ قُرِيءَ عَلَى أَيُّوبَ مِنْ كُتُبِ أَبِي قِلَابَةَ مِنْهُ مَا حَدَّثَ بِهِ وَمِنْهُ مَا قُرِئَ عَلَيْهِ وَكَانَ هَذَا فِي الْكِتَابِ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أَبَا طَلْحَةَ وَأَنَسَ بْنَ النَّضْرِ كَوَيَاهُ وَكَوَاهُ أَبُو طَلْحَةَ بِيَدِهِ وَقَالَ عَبَّادُ بْنُ مَنْصُورٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ أَذِنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَهْلِ بَيْتٍ مِنْ الْأَنْصَارِ أَنْ يَرْقُوا مِنْ الْحُمَةِ وَالْأُذُنِ قَالَ أَنَسٌ كُوِيتُ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيٌّ وَشَهِدَنِي أَبُو طَلْحَةَ وَأَنَسُ بْنُ النَّضْرِ وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ وَأَبُو طَلْحَةَ كَوَانِي
Telah menceritakan kepada kami [‘Arim] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dia berkata; dibacakan di hadapan [Ayyub] dari kitabnya [Abu Qilabah], di antaranya ada sesuatu yang dibacakan dan ada sesuatu yang di dengar, sementara hal ini terdapat dalam kitabnya dari [Anas] bahwa Abu Thalhah dan Anas bin Nadlr pernah melakukan terapi kay (menempelkan besi panas pada daerah yang luka atau sakit) sementara Abu Thalhah juga pernah melakukan terapi kay (menempelkan besi panas pada daerah yang luka atau sakit) dengan tangannya sendiri.” [‘Abbad bin Manshur] mengatakan dari [Abu Qilabah] dari [Anas bin Malik] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi izin kepada keluarga beliau dari Anshar untuk meruqyah dari penyakit demam dan sakit telinga. Anas mengatakan; “Aku juga pernah melakukan kay (menempelkan besi panas pada daerah yang luka atau sakit) pada penyakit radang selaput dada, sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup. Abu Thalhah, Anas bin Nadlr, Zaid bin Tsabit juga pernah menyaksikanku ketika aku diterapi dengan kay (menempelkan besi panas pada daerah yang sakit) oleh Abu Thalhah.” ( HR BUKHARI no 5280 )
dari hadist di atas kita melihat rasulullah mengizinkan untuk meruqyah seseorang yang terkena penyakit demam dan sakit telinga , jika kita renungkan kedua penyakit ini adalah penyakit medis yang biasa terjadi pada masyarakat , dan para sahabat menggunakan ruqyah sebagai obat untuk sakit tersebut dan sakit tersebut pun sembuh dengan izin Allah ta’ala
pengalaman kami dalam meruqyah , pernah ada seorang ibu yang berusia 70 tahun terkena saraf kejepit di daerah perut kiri nya , sudah 2 tahun rasa nya sang ibu merasakan sakit ini, solusi dari kedokteran adalah dengan operasi tetapi hal ini akan menjadi masalah baru disebabkan umur sang ibu yang sudah 70 tahun , waktu itu kami datang ketempat beliau dan melihat rekam medis beliau , setelah kami rasa selesai , kami mulai meruqyah beliau ayat2 Allah bergema di rumah beliau menghancurkan keheningan di rumah beliau , setelah selesai ruqyah kami meminta beliau untuk meruqyah diri beliau sendiri sambil menggunakan tehnik tepukan di tempat syaraf kejepitnya , dalam jangka waktu 2 minggu anak beliau menginfokan kepada kami bahwa ibu tidak perlu lagi minum obat dan di operasi karena sakitnya sudah sembuh dengan ruqyah syar’iyah
sahabat kisah ruqyah mari kita jadikan ayat-ayat Allah ta’ala sebagai obat yang terpercaya dalam kehidupan kita , yakinlah dengan Allah ta’ala karena Allah adalah penyembuh untuk segala sakit kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *