Rumah Sunnah
VIEW : 748

Meruqyah keluarga

​Meruqyah +/-15 Bersaudara dari tanah Kalimantan Utara
Segala Puji Bagi Allah Ta’ala atas segala KeagunganNya.
Awal Ramadhan ada hal sangat berkesan. Ketika diundang ke Tarakan, Kalimantan oleh seorang ummahat. Dimintai bantuan untuk membimbing ruqyah privat satu keluarga plus belajar ruqyah mandiri. Tanggal yg ditentukan sudah dijadwalkan, saya pun akhirnya berangkat kesana, dan sampai lokasi hampir jam 9 malam. Karena penerbangan mengalami delay. Sesampai disana saya langsung di ajak menuju penginapan untuk bermalam beberapa hari, karena rumah pasien begitu banyak penghuni. Semalaman saya berfikir apa yg akan saya lakukan?  Karena ketika salah seorang keluarga pasien saat menghubungi saya ceritanya sangat heboh. Beliau bilang keluhan satu keluarga hampir sama, mengalami gangguan jin nasab/khodam keturunan dari kakek buyut yg punya riwayat masih ada darah keturunan kerajaan sulawesi. Dalam benak saya, pasti gangguannya sangat hebat dan dahsyat, karena ada beberapa keluarganya ada yg perempuan itu mengalamai kesurupan setiap saat. Ditambah, berobatnya ketempat2 dukun hitam dan dukun putih. 
Tiba saatnya sore hari saya dijemput keluarganya untuk menuju kediaman rumah pasien. Karena kondisi bulan ramadhan, maka agenda ruqyah dilakukan selepas shalat isya’. Saat memasuki perumahan keluarga pasien dan menuju kerumahnya, saya bingung. Di masjid perumahannya sepertinya tempatnya sudah menjalankan sunnah. Dan saat tiba dirumah pasien, yg terlintas dalam benak saya , keluarga pasien ini semuanya orang2 berpendidikan dan religius karena terlihat dari cara berpakaian yg rapi dan mayoritas sudah syar’i. 
Sudah itu waktu berbuka tiba, di beri jamuan camilan dan makanan khas kalimantan. Alhamdulillah maknyus. Hehehe.
Lanjut lagi, setelah itu shalat maghrib dan setelah shalat maghrib, kami bincang2 sederhana dan konsultasi dari keluarga pasien. Selepas itu wkt masuk isya’. Dan kami break shalat isya’ terlebih dulu. Setelah itu lanjut lagi. 
Akhirnya ngobrol2 sambil saya mendiagnosa satu persatu. Karena ada 4 keluarga inti, tapi masih satu keturunan dari satu kakek dan buyut. 
Dari masing2 semuanya, rata2 mengalami gangguan yg hampir sama. Diantaranya : 
Sering pusing tanpa sebab

Mudah emosi

Suka menyendiri

Tertutup

Kurang percaya diri

Mudah sedih

Suka memendam rasa jengkel

Suka memendam rasa amarah

Suka memendam rasa sedih dan dendam

Sedih saat kehilangan Ibu 

Memendam jengkel pada seseorang

Sering dihina

Sering di bully

Sering anggap remeh

Suka berprasangka negatif pada orang lain

Sering sesak di dada tanpa sebab

Mengalami keluhan sakit disekitar lambung dan rahim

Haid tidak lancar

Sering sakit di area kemaluan

Sering memar biru di bagian paha

Mudah capek

Susah khusyu’ shalat

Mudah gelisah

Mudah was was

Paranoid

Ketakutan berlebihan

Sering tindihan saat tidur

Mimpi di dlilit ular

Mimpi anjing

Mimpi dilamar 

Mimpi di nikani

Mimpi hamil

Mimpi gendong bayi

Mimpi berantem

Mimpi kakek buyut yg sudah almarhum

Mudah emosi sama anak dan pasangan

Ada rasa malas dan Hambar saat hendak berhubungan intim atau sesudah hubungan intim sama suami atau istri.

Suka nangis sendiri tanpa sebab

Sering seeperti ada yg dampingi saat tidur sendiri

Senang berlama2 dikamar mandi

Sering kesurupan dan pingsan
Setelah mendengar keluhan yg diceritakan, akhirnya saya mendiagnosa dan menyimpulkan bahwa, mayoritas satu keluarga mengalami :
Gangguan jin nasab/keturunan

Gangguan ‘ain jin

Gangguan ‘ain psikis

Gangguan Dicintai jin

Gangguan Sihir ‘ain

Jiwa yg terbelenggu
Setelah itu saya menjelaskan tentang apa itu ruqyah, apa itu ruqyah syar’iyyah, ciri2 dukun hitam dan putih, apa itu ‘ain dan sihir, sebab2 kena ‘ain.
Alhamdulillah semuanya memahaminya. 
Baru setelah itu saya suruh ambil wudhu lagi semuanya
Saya bimbing muhasabah Terapi. Saat sesi muhasabah, saya bimbing untuk istighfar dari semua dosa maksiat, dosa syirik, dosa riba, dosa durhaka kepada kedua orang tua, dosa kepada suami, dosa hati, setelah itu sama2 saya bimbing untuk mensyurukuri nikmat Allah Ta’ala, memaafkan orang2 yg pernah membuat jengkel dan kecewa, dan mengikhlaskan serta ridho atas segala ketetapan Allah Ta’ala. 
Hampir 2 jam sesi tersebut, semunya pada nangis2. Alhamdulillah katanya pada lega dan plong semua.
Lanjut sesi berdoa, sesi ikrar memutuskan semua perjanjian jin nasab, jin yg cinta, jin yg empati, jin yg suka, ‘ain jin.
Saat saya sebut identitas jin satu persatu, semuanya hoek2 dan muntah2. 
Namun tiba2 ada 3 orang yg hampir kesurupan. Saya sadarkan semua, karena saya malas mengajak bicara jin. Saat sadar, ternyata ketiganya ada sesuatu yg belum ikhlas. MasyaAllah. 
Jam menunjukkan lebih dari jam 12 malam. Proses hari pertama pun disudahi. Saya selanjutnya diantar ke penginapan.
Makan ayam bakar dulu. Hehehe.
Setelah itu ke penginapan, saya mandi buat bersih2 dulu dan rehat. 
Selanjutnya proses ruqyah hari kedua dengan agenda ruqyah berpasangan dan ruqyah mandiri.
Pada sesi ini saat sesi bermaafan, pada nangis semua. Dan itu membuat saya terharu. Berusaha ga ikutan nangis. Kan gengsi. Hehehe. 
Alhamdulillah selesai juga dengan suasana haru biru. 
Tak terasa jam 1 malam. Saya pun di antar lagi ke penginapan. Besok paginya mau balik ke tangerang. 
Alhamdulillah, saat benar2 di azzamkan niatnya, yg awal saat mengundang ada saja halangan. Namun Allah Ta’ala memudahkan. 
Alhamdulillah di kasih oleh2 khas kalimantan dan sarung khas samarinda. Hehehe
Dan insyaallah tgl 14 agustus di undang lagi untuk keluarga besarnya yg lain, terutama para sesepuh keluarga. MasyaAllah. Semoga Allah Ta’ala Memudahkan segalanya.
Abi Dzaki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *