Rumah Sunnah
VIEW : 426

Preman yang segan dengan peruqyah, sebelum akhirnya beliau dibunuh..

Preman yang segan dengan peruqyah, sebelum akhirnya beliau dibunuh..

Muhammad Taufik Full

Ini adalah kisah saya sendiri yang terjadi pada tahun 2009, tahun dimana saya mencalon menjadi aleg dari PKS. Hanya sekedar pelengkap saja, dari 8 caleg, no urut saya adalah yang paling buncit.. Hehehe.. Walau paling buncit tapi peraih suara ke-2 terbanyak hingga meloloskan no urut satu duduk di kursi legislatif kab. Tanah Bumbu. Salah satu yang berjasa menurut saya adalah seorang preman yang selama 3 hari membersamai saya keliling ke rumah keluarganya. Selama 3 hari itulah saya juga mendakwahinya.. 
Hingga pada satu kesempatan saat saya menyetir menuju ke lokasi dimana ada seseorang yg minta tolong karena kesurupan ditempat kerjanya. Sementara si preman duduk di samping saya.. Yg pasti dalam dialog kami, dia mau bertaubat.. Tapi kayaknya belum saat itu.. 
Lantas saya tanyakan ke dia, “apa yang bpk rasakan saat ini?” Dia merasa segan aja katanya.. Ada bisikan halus dalam hatinya. Yang pasti dia segan dengan saya bukan karena saya hebat. Setan itu akan takut kepada siapa saja yang ahlul qur’an serta memiliki keimanan yg kokoh apalagi dlm kalangan bangsa jin adalah orang familiar karena menjadi peruqyah. 
Preman yg bersama sy tsb memiliki ilmu kebal dan ilmu2 lainnya.. Namanya trkenal di kalangan preman. Tapi Kok saya malah mendekati preman.. Hehehe.. Preman juga manusia, dia perlu didakwahi hingga mendapat hidayah.
Tapi Allah berkehendak lain. Saya mendengar kabar bahwa dirinya terkena tusukan akibat perkelahian dengan sesama preman yang juga ada hubungan darah dengannya. Ini namanya jeruk makan jeruk.. Sesama setan saling memberitahu kelemahan lawannya. 
Si preman itu di bawa ke RSUD Amanah Husada, Batulicin, kalau gak salah ingat saya pun menjenguknya sebelum akhirnya dia dirujuk ke RSUD di Kotabaru. Salah seorang perawat yg saya kenal adalah yg merawat dia saat pertama kali masuk ke UGD. Namanya kena tusukan, si perawat bermaksud menginjeksi, tapi apa daya.. Jarumnya tak mampu menembus kulitnya, malah jarumnya bengkok.. Karena si perawat pernah berinteraksi dengan saya, akhirnya dia ingat.. Si perawat membacakan sholawat sebelum menginjeksinya.. Apa yg terjadi? Jarum dengan mudahnya menembus kulitnya. Allahu Akbar! 
Si preman dirujuk ke kotabaru.. Nah disanalah dia menghembuskan nafasnya yg terakhir.. Semoga sebelum ruh berpisah dari jasadnya, dia sudah brtaubat.. Aamiin
Preman dengan preman, niscaya tak ada rasa takut! 
Preman dengan ahlul qur’an, insyaAllah dia akan gentar! 
Berbahagialah anda wahai ahlul qur’an.. Semoga kita diberikan keistiqomahan dalam dakwah bil qur’an. Aamiin
Catatan dalam perjalanan ke Banjarbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *