Rumah Sunnah
VIEW : 569

CINTA DI TOLAK USTADZ DUKUN BERTINDAK

Bismillahirrahmanirrahim.
Tulisan ini mrpkn lanjutan dari pasien yg diguna2 oleh
ustad yg cintanya ditolak.
Habis shalat dzuhur kamipun meluncur ke lokasi
pasien yg bertempat di jln Sindang kasih.
Sesampainya ke tempat tujuan, ustad Nandang, ibunya
dan pasien serta suami menyambut kami dg ramah.
Suami si pasien cerita tentang kemajuan yg dialami
istrinya. Ia mengatakan, disamping istrinya bisa tidur
normal, iapun kini sdh bisa berjalan keluar rumah.
Pdhl sebelumnya, ia hanya bisa berjalan tertatih2, dan
itupun hanya bisa dilakukan dlm rumah. Dan klw
mencoba berjalan keluar rumah, tiba2 istrinya tsb jadi
tak berdaya utk melangkah.
Setelah ngobrol2 kami anggap cukup, ruqyah pun
dimulai. Tak berbeda dg proses yg pertama, dlm
proses keduapun si pasien tak hentinya melihat
penampakan. Sambil bergetar, mulutnya trs
menceritakan apa yg ia lihat. Ia melihat kelelawar,
kalajengking, anjing hitam dan kepala yg dikelilingi
mata dan seseorang yg tlh dikenalnya.
Stelah mendengar informasi tsb, Kami membacakan 3
ayat terahir dari surat Al Hasyr dg berulang2. Juga
surat Al Falaq dg berulang2 pula. Selain itu, Kami trs
mengarahkan sipasien utk trs melabrak makhluq2
jahat tsb.
” Lenyap Pa Ustad Lenyap…nah ada bibir…ada bibir
besar sekali. Itu tuh kepala yg dikelilingi mata datang
lagi!”, jelasnya.
” hajar terus jangan ragu. Kau pasti mampu. Terus
hajar!”, suportku.
” Kelelawarnya sdh jatuh tuh sama kalajengking. Bibir
sdh hilang. Cuman itu tuh Pa Ustad kepala yg
dikelilingi mata muter terus. Aku takut Pa
Ustad…takuuuuutttt!
” Jangan takut. Ayo lawan dan lawan. Ayo kita
berdo’a”, pintaku.
Lalu ia kubimbing utk memohon perlindungan: “
Na’udzu bikalimatillahit taammati ming syarrimaa
kholaq, bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syae
ung pil ardhi walaa pissamaa i, wahuwas sami’ul
‘alim. Ya hayyu ya qoyum, birohmatika astaghis, Ya
Allah Yg Maha perkasa, tempat bergantungnya sgl
sesuatu, tolonglah Kami, dan berilah Kami kekuatan
utk menghancurkan makhluq2 jahat yg mengganggu
Kami.” iapun mengikuti arahan tsb. Lalu Kamipun
menyruh ia menghajar makhluq2 jahat tsb.
Masya Allah laa quwwata illa billah, badan sipasien
bergetar keras. Tangannya meremas2 pahanya sendiri.
Dan….. Masya Allah, baru aku lihat…betisnya tak
sengaja tersingkap besar sekali. Tiba2 kami
dikagetkan teriakannya.
” Asap…di kepalaku ada asap!”
Kami pikir, itu mungkin makhluq2 laknatullah tlh
terbakar dg idzin Allah Ta’ala. Tapi tiba2 ia berseru;
” Nenek2 datang…nenek itu tua sekali. Ia memandang
dan menghampiriku!”
” Hajar terus!” kataku.
Tiba2 ada suatu ringkikan tertawa nenek2. Ia tertawa
dan tertawa terus membikin tuan rumah dan tamu2 yg
tanpa kusadari sdh memenuhi rumah pd ketakutan.
” Jangan takut… Tipu daya syetan itu lemah. Hayo
istigfar semua!”, perintahku. Ahirnya, rumah tsb
menjadi gemuruh dg istigfar.
Si nenek iblis tsb benar2 kuat. Lalu aku suruh kho
Abuy utk memijat pinggangnya. Dan snggh
menakjubkan, ia menjerit. Sementara sipasien terus
meronta keras.
” Sudah..sudahhhhhh. Sudah pah. Mamah capeeekkk.
Apa papah gak kasihan sama mamah. Klw begini
caranya, mamah bisa2 matiiii!”
” Jangan tertipu. Ia bkn keluar dari keinginan si ibu.
Itu tak lain, spy proses ruqyah dihentikan. Pijit terus
kho Abuy!” demikian aku menjelaskan.
Tak ada suara, yg ada hanyalah reaksi si ibu
berkelojotan. Lalu stelah pinggangnya ditekan, si
pasienpun tak meronta lg. Walhamdulillah, dg idzin
Allah proses meruqyah sihir guna2 yg jahat tuntaslah
sudah. Dan pagi tadi, ada kabar dari suaminya, bhw
betis istrinya sudah kempes. Dan juga, ia mengatakan,
keluarganya dari Subang sdh datang, dan ingin
bertemu dg Kami guna mengucapkan terima kasih.
Dan Kamipun menyanggupi utk bertemu mrk sehabis
duhur.
Demikian qisah ini kutulis tiada lain, disamping utk
berbagi pengalaman, juga utk memperkenalkan
efektivitas dari methoda pengobatan ruqyah syar’iyah
warisan dari Rosulullah Shalallahu wassalam.
Wallahu’alam. Barokallahufikum
wassalamu’alaikum

2 thoughts on “CINTA DI TOLAK USTADZ DUKUN BERTINDAK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *